Cara Memikat hati HRD Saat Interview

Cara Memikat hati HRD Saat Interview

November 5, 2022 0 Comments

Cara Memikat Hati HR saat Interview

Interview dengan HR itu ibarat lagi PDKT sama gebetan. 

Eh, kok bisa gitu? 

Artikel ini akan mengulas cara memenangkan hati HR dengan menggunakan pola-pola PDKT dengan gebetan. 

Seorang pejuang PDKT harus punya modal percaya diri. Pejuang magang juga harus punya modal percaya diri.

Yap, bener banget! Percaya diri harus dimiliki para kandidat pelamar magang. Ternyata eh ternyata.. rasa percaya diri kita bisa dirasakan oleh HR saat mewawancarai kita loh! Hal ini akan sangat mempengaruhi keputusan HR.

Percaya diri bisa Hunters latih dengan mempraktekkan langsung cara interview yang baik. Hunters bisa coba latih dengan teman, keluarga, atau ikut program Mock-Up Interview dari @magangupdate.  Mempersiapkan diri dengan maksimal akan memunculkan rasa kepercayaan yang natural.

Bayangkan, kalau Hunters lagi PDKT-an sama gebetan tapi penampilan Hunters berantakan. Pasti auto ditolak!

Tentu kita tidak bisa lepas dari pepatah bahwa “Penampilan mungkin tidak sepenuhnya mewakilkan kepribadianmu, tetapi penampilan akan jadi hal pertama yang dinilai seseorang”.

Hal ini juga yang terjadi saat Hunters sedang melakukan interview dengan HR dan berkeinginan untuk memenangkan hati HR. 

Penampilan Hunters saat interview akan menjadi aspek penilaian paling penting buat HR. Penampilan yang Hunters tampilkan dari mulai pakaian apa yang digunakan, style kamu seperti apa, atau kerapihan pakaian akan merepresentasikan diri Hunters, apakah Hunters menanggapi interview itu secara serius atau tidak apakah Hunters tipe orang yang mempersiapkan interview tersebut dengan baik atau tidak. So, aspek ini tetap harus diperhatikan ya 😉

Sudah coba untuk ngobrol dengan gebetan, tetapi gebetan Hunters dibuat ilfil dengan tingkah Hunters.

Tingkah ilfil ini misalnya, Hunters terlalu banyak menceritakan diri sendiri atau terlalu membanggakan diri sampai-sampai terkesan sombong. Niatnya ingin memikat hati gebetan, alih-alih justru bikin gebetan ilfil.

A : “Aku orangnya baik, bisa dipercaya, lucu, pintar dan kaya”

A : “Kebetulan aku punya mobil 3 di rumah, dan aku berminat untuk beli mobil lagi”

Terkadang, hal ini juga sering terjadi saat melakukan interview, loh.

A :  “Saya sudah diterima tiga perusahaan besar, jadi saya percaya diri untuk lolos pada tahap ini”

A : “Saya orangnya pintar dan tidak ada yang bisa menandingi kemampuan saya”

Contoh di atas tidak boleh dilakukan ya, BIG NO! 

Namun, bukan berarti Hunters tidak boleh menceritakan tentang diri Hunters atau menceritakan prestasi Hunters. Hunters harus memahami cara berkomunikasi yang baik dan santun tanpa terkesan berlebihan.

Ada strategi yang bisa Hunters lakukan agar tidak terkesan menyombongkan diri dan self-centered interview dengan HR.

  • Ketika diberikan pertanyaan mengenai diri sendiri, hubungkan kemampuan atau kepribadian diri dengan posisi yang kamu pilih sehingga penyampaian akan lebih to-the point dan meminimalisir penyampaian yang berlebihan.
  • Ketika diberikan kesempatan untuk menceritakan diri  sendiri atau kemampuan diri, Hunters dapat menyertakan bukti atau aksi nyata dari pengalaman yang telah dilakukan sebelumnya.
  • Hunters juga dapat menceritakan kemampuan diri atau prestasi diri yang relevan dengan kontribusi apa yang akan Hunters lakukan di Perusahaan tersebut. “Dengan beberapa pengalaman dan kemampuan digital marketing yang telah saya tekuni, saya berkomitmen untuk memajukan perusahaan dan bersinergi secara sehat dengan divisi-divisi lain sehingga diharapkan dapat memberikan dampak yang baik terhadap perusahaan”.

Leave a Comment

Your email address will not be published.