IPK atau Skill, Mana Yang Lebih Penting Di Dunia Kerja?

IPK atau Skill, Mana Yang Lebih Penting Di Dunia Kerja?

January 13, 2023 0 Comments

IPK atau Skill, 

Mana Yang Lebih Penting Di Dunia Kerja? 

“Lebih baik fokus kuliah aja biar dapat IPK sempurna atau banyak ikut organisasi agar soft skill dan hard skill juga ikut meningkat?”

Pertanyaan ini pasti tidak terlepas dari benak para mahasiswa, khususnya mahasiswa awal. Seringkali, mahasiswa menimbang-nimbang mana yang lebih penting dan mana yang harus diprioritaskan antara IPK dengan Skill di luar mata kuliah.

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban yang mutlak dan pasti karena akan kembali pada keputusan masing-masing individu. Tapi, kalau kita menghubungkan dua aspek tersebut dengan dunia kerja, mungkin saja ada insight yang bisa Hunters pertimbangkan sebagai wawasan dan pengetahuan terkait persiapan karir. 

IPK atau Skill, Mana yang Paling Penting dalam Dunia Kerja?

IPK menjadi penting,

ketika perusahaan yang mencantumkan standar IPK tertentu bagi para pencari kerja. Nah, jika sudah mencantumkan IPK, artinya perusahaan tersebut menganggap IPK menjadi penting dalam proses mencari karyawan atau pekerja. Bagan pendidikan yang tertulis di CV dan memuat informasi seputar IPK juga menjadi cara perusahaan mengenal Hunters. Besar kemungkinan IPK bisa menjadi standar perusahaan melihat pribadi Hunters. 

Skill menjadi penting, 

jika perusahaan tidak menjadikan IPK sebagai indikator utama dalam melihat pencari kerja. Kasus seperti ini terjadi ketika perusahaan lebih memprioritaskan soft skill dan hard skill calon kandidat, Soft skill dan hard skill bisa dilihat dari pengalaman magang, organisasi, relawan, sertifikasi lomba, kepanitiaan, pelatihan, konferensi, beasiswa atau kegiatan di luar kelas lainnya. Pengalaman tersebut menjadi poin yang akan langsung dicatat oleh perusahaan. 

Perusahaan akan cenderung memilih calon kandidat yang sudah memiliki pengalaman magang atau di dunia profesional karena calon kandidat yang memiliki pengalaman profesional dianggap memahami pekerjaan mereka dengan baik, memiliki pengalaman bekerja sama dengan orang lain, terlatih memecahkan masalah kecil sampai besar, terlatih bekerja cepat dan efektif, paham tren teknologi terkini, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, terlatih dalam manajemen waktu, dan memahami dasar-dasar hard skill mereka lebih baik dibandingkan dengan kandidat  yang tidak memiliki pengalaman apapun di dunia profesional. 

Calon pekerja atau karyawan yang sudah memiliki pengalaman juga akan menghemat biaya, tenaga, dan pelatihan bagi perusahaan. Perusahaan dapat langsung menempatkan calon pekerja sesuai dengan peran yang sudah mereka pahami. 

Bener Ga Sih, Mengejar IPK Bisa Jadi Proses Pembentukan Skill?

Jawabannya, tergantung bagaimana mahasiswa tersebut melihat nilai IPK dan bagaimana mahasiswa melihat pengaruh dari pencapaian nilai IPK dalam dunia kerja.

Pengaruh ini berkaitan dengan soft skill yang dibentuk dari kebiasaan menyelesaikan masalah-masalah akademik di perkuliahan. Pencapaian akademik mengindikasikan bahwa calon kandidat bertanggung jawab atas pilihannya dilihat dari nilai yang diperoleh, calon kandidat telah menerapkan kedisiplinan diri dan konsistensi untuk menjalani proses belajar sebaik mungkin.

Lalu, pengaruhnya dalam dunia kerja? 

Langsung kasih contoh kasusnya aja nih  “Si A merupakan seorang mahasiswa yang rajin dan disiplin. Ia selalu berusaha menjadi mahasiswa yang rajin, kritis, terstruktur, detail, dan teliti saat mengerjakan tugas-tugas kuliah. Si A menjadi semakin terbiasa mengerjakan sesuatu secara kritis, terstruktur, detail, dan teliti. Alhasil, si A mendapatkan nilai IPK yang baik. Setelah lulus kuliah, kebiasaan tersebut menjadi sebuah keterampilan yang tetap Ia latih. Saat mulai memasuki dunia kerja, keterampilan tersebut menjadi kelebihan si A dalam mengerjakan setiap proyek yang diberikan oleh perusahaan. Hal ini pun menjadi nilai tambah bagi si A di mata perusahaan”

Contoh tersebut merupakan gambaran bahwa keterampilan yang dibentuk dari kebiasaan yang dilakukan secara konsisten di masa-masa kuliah, ternyata bisa menjadi modal bagi calon kandidat untuk mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dan tantangan di  dunia kerja atau dunia yang lebih profesional. 

Buat Hunters yang merasa IPK biasa-biasa aja atau rendah,

Peningkatan soft skill dan hard skill melalui pengalaman di luar kampus jadi jalan ninja Hunters untuk mengejar ketertinggalan IPK dan menunjukan keunggulan Hunters dibidang yang Hunters minati. Kuncinya, perbanyak pengalaman, jam terbang, dan jangan menyia-nyiakan kesempatan yang datang 🙂

Jalan tengahnya yang bisa kita ambil. 

  1. Mengejar IPK bukan berarti tidak dapat menghasilkan keterampilan apapun, balik lagi tergantung bagaimana Hunters melihat prosesnya dan dampaknya bagi pembentukan keterampilan diri. 
  2. Memiliki IPK yang baik bisa menjadi keunggulan Hunters dibandingkan dengan kandidat lain. 
  3. Tetapi, mengejar IPK juga bisa dibarengi dengan peningkatan soft skill dan hard skill yang real bisa menjadi senjata Hunters dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. 
  4. IPK dan Skill bisa berjalan beriringan dan masing-masing aspek dapat menjadi keunggulan calon kandidat.

Referensi 

https://www.linkedin.com/pulse/gpa-vs-skills-whats-important-what-isnt-aditya-vivek-thota/

https://www.indeed.com/career-advice/career-development/work-experience-vs-gpa

Leave a Comment

Your email address will not be published.